Jumlah pengguna dalam ekosistem Catizen telah melebihi 61 juta, dengan konsumsi harian rata-rata 1 juta CATI
Jumlah pengguna dalam ekosistem platform hiburan Web3 Catizen telah melebihi 61 juta, dengan konsumsi harian rata-rata 1 juta token CATI, dan total konsumsi token telah melampaui 32 juta CATI.
Sejak peluncuran resmi Pusat Aplikasi Mini Catizen pada Agustus 2024, platform ini terus memperluas ekosistem aplikasinya dan meluncurkan lebih dari 27 mini-game. Selain itu, mereka berencana merilis lebih dari 200 game baru pada tahun 2025 untuk lebih mendorong konsumsi token dan kemakmuran ekologi. Tahun ini, Catizen telah aktif memperluas ke pasar Asia dan Amerika sambil memperkenalkan produk DeFAI yang didorong oleh AI.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.