Total transaksi TRON telah melampaui 12 miliar.
ChainCatcher melaporkan, data terbaru dari TRONSCAN menunjukkan bahwa total jumlah transaksi di TRON sudah mencapai 12,001,542,144, secara resmi melampaui angka 120 miliar. Diketahui, total jumlah transaksi mengacu pada akumulasi semua transaksi yang terjadi di jaringan TRON.
Selain itu, lembaga riset blockchain Presto Research baru-baru ini dalam laporan "TRON: Reshaping the Global Settlement Layer" menyatakan bahwa TRON sudah menjadi jaringan penyelesaian stablecoin utama di dunia, memproses volume transaksi tahunan sebesar 6 hingga 7 triliun dolar AS. Pada saat yang sama, TRON memiliki fondasi yang kuat di pasar negara berkembang seperti Amerika Latin dan Afrika, dan sedang menjadi “saluran dolar digital“ yang penting di wilayah tersebut.
Sebagai jaringan pembayaran global utama dan infrastruktur blockchain, aktivitas transaksi on-chain TRON terus meningkat dan permintaan pengguna terus tumbuh. Saat ini, total akun TRON sudah mencapai 340 juta, dengan total nilai terkunci (TVL) melebihi 25 miliar dolar AS, terus menyediakan layanan yang efisien dan praktis bagi pengguna di seluruh dunia.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
