Lembaga short selling Kynikos menutup posisi pada perdagangan lindung nilai Strategy
Jinse Finance melaporkan bahwa Jim Chanos, Presiden dan Pendiri lembaga short selling Kynikos Associates, mengumumkan telah menutup posisi hedging antara saham Strategy dan bitcoin miliknya. Transaksi ini dibuka sejak Mei, bertaruh pada penyempitan premi antara harga saham MSTR dan nilai kepemilikan bitcoinnya. Data menunjukkan bahwa price-to-book ratio MSTR telah turun dari puncak tahunan 1,8 kali menjadi 1,1 kali saat ini, dengan ruang premi menyusut lebih dari 50%. Chanos telah berulang kali memperingatkan bahwa perusahaan pemegang bitcoin seperti ini memiliki risiko spekulasi ala SPAC, dan ia percaya bahwa premi valuasi mereka tidak didukung oleh fundamental. Chanos berpendapat bahwa transaksi "ikut-ikutan" perusahaan treasury bitcoin lainnya didasarkan pada rekayasa keuangan, modal murah, dan euforia pasar, bukan pada fundamental bisnis.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
