Tether membantu Kepolisian Kerajaan Thailand dan United States Secret Service dalam melacak dan menyita 12 juta USDT dari jaringan penipuan lintas negara
Foresight News melaporkan bahwa Tether mengumumkan telah membantu Kepolisian Kerajaan Thailand dan United States Secret Service dalam melacak dan menyita 12 juta USDT (senilai sekitar 400 juta baht) dari jaringan penipuan lintas negara. Operasi ini dijalankan oleh Biro Penanggulangan Kejahatan Teknologi (TCSD) di bawah Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat Thailand, sebagai bagian dari upaya luas untuk memberantas penipuan daring dan aktivitas pencucian uang. Menurut Kepolisian Kerajaan Thailand, pihak berwenang telah menangkap 73 tersangka, termasuk 51 warga negara Thailand dan 22 warga negara asing, serta menyita aset senilai lebih dari 522 juta baht.
Hingga saat ini, Tether telah membantu lembaga penegak hukum membekukan lebih dari 3.660 dompet, termasuk 2.100 kasus yang bekerja sama dengan lembaga penegak hukum Amerika Serikat.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham Bank of America turun 6%! CEO mengatakan pendapatan perdagangan pada kuartal ketiga stagnan, dan pendapatan investment banking tidak sesuai harapan
CEO Bank of America, Brian Moynihan, menyatakan bahwa pendapatan perdagangan bank pada kuartal ini akan "relatif stabil" dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu, yang sangat kontras dengan lonjakan pendapatan di Wall Street pada paruh pertama tahun ini. Selain itu, biaya bisnis perbankan investasi diperkirakan berkisar antara 1,6 hingga 1,8 miliar dolar AS, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang mendekati 2 miliar dolar AS.

Bit Mining menambah Ethereum senilai $68 juta, kini hampir memiliki 6 juta ETH

