LTP HK Mendapat Konfirmasi dari SFC Hong Kong untuk Peningkatan Lisensi Tipe 1, Membuka Layanan Setoran dan Penarikan Aset Virtual (VA)
Foresight News melaporkan bahwa broker utama aset digital dan penyedia layanan teknologi keuangan LTP mengumumkan bahwa anak perusahaannya, LiquidityTech Limited ("LTP HK"), telah secara resmi menerima konfirmasi dari Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) untuk meningkatkan lisensi aktivitas teregulasi Tipe 1 (perdagangan sekuritas). Peningkatan ini menandai bahwa LTP HK kini dapat menyediakan layanan setoran (VA-in) dan penarikan (VA-out) aset virtual secara penuh sebagai institusi berlisensi.
Sebelum peningkatan lisensi ini, LiquidityTech Limited memang sudah memegang lisensi aktivitas teregulasi Tipe 1, 2, 4, 5, dan 9 yang dikeluarkan oleh SFC, namun layanan aset virtual sebelumnya hanya terbatas pada setoran dan penarikan fiat. Setelah peningkatan ini, institusi dan investor profesional kini dapat menggunakan platform LiquidityTech Limited yang diawasi oleh SFC untuk melakukan setoran dan penarikan dana secara langsung dengan token utama di bawah kerangka regulasi Hong Kong, serta terhubung secara mulus dengan layanan perdagangan dan broker teregulasi penuh dari LTP HK.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

TD Cowen menurunkan target harga McDonald's menjadi 282 dolar AS
