Pelonggaran regulasi oleh bank-bank AS membawa dampak positif, Jefferies memprediksi kapasitas pinjaman sebesar 2,6 triliun dolar AS akan dilepaskan
Jinse Finance melaporkan bahwa menurut analis dari Jefferies Group, pelonggaran regulasi oleh bank-bank Amerika Serikat diperkirakan akan membebaskan kapasitas pinjaman sekitar 2.6 triliun dolar AS untuk lembaga keuangan besar, sehingga memperkuat valuasi yang lebih tinggi dari lembaga peminjam AS dibandingkan dengan pesaing Eropa mereka. Analis Aniket Shah dan Daniel Fannon, bersama lainnya, menulis dalam sebuah laporan pada hari Jumat bahwa pelonggaran regulasi dapat "mendorong peningkatan substansial dalam pinjaman, merger dan akuisisi, serta investasi teknologi sebelum tahun 2026", dan akan meningkatkan pendapatan serta pangsa pasar. Mereka mengutip diskusi dengan Fernandodela Mora, Co-Head of Financial Services di Alvarez & Marsal, dan menulis: "Pelepasan modal kemungkinan akan memperkuat premi valuasi bank-bank AS dibandingkan dengan rekan-rekan Eropa mereka, serta mendukung harga saham yang lebih tinggi." Pejabat pemerintahan Trump sedang merencanakan untuk melonggarkan langkah-langkah modal bank yang diberlakukan setelah krisis keuangan 2008. Setelah keluhan dari bank bahwa kebijakan tersebut membatasi bisnis mereka, Federal Reserve telah mengedarkan rencana untuk secara signifikan melonggarkan proposal era Biden yang bertujuan meningkatkan tingkat modal. Para bankir dan politisi Eropa juga menyatakan bahwa regulasi perbankan Uni Eropa terlalu ketat, sehingga memberikan keunggulan bagi lembaga peminjam AS.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Saham konsep emas, perak, dan logam non-ferrous turun secara umum, saham Harmony Gold (HMY.US) turun 6%
Pada hari Senin, saham konsep logam mulia seperti emas dan perak, serta logam non-ferro mengalami penurunan secara luas, dengan Harmoni Gold (HMY.US) turun 6%.

Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
