Sejak pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), utang resmi Amerika Serikat telah meningkat sebesar 2.1 triliun dolar AS.
Berita pada 24 November, Kobeissi Letter menyatakan bahwa sejak didirikannya Departemen Efisiensi Pemerintah Amerika Serikat (DOGE) pada 20 Januari, utang resmi pemerintah AS telah meningkat sebesar 2,1 triliun dolar AS. Ini berarti selama 326 hari berturut-turut, utang bertambah sebesar 6,5 miliar dolar AS setiap harinya. Sebelumnya diberitakan, Departemen Efisiensi Pemerintah AS (DOGE) telah dibubarkan, padahal seharusnya beroperasi hingga Juli 2026. Departemen yang dipimpin oleh Musk ini didirikan pada Januari tahun ini, dengan tujuan melakukan reformasi besar-besaran di Washington, memperkecil ukuran lembaga federal, memangkas anggarannya, dan mengalihkan fokus kerjanya ke prioritas Trump. Tim inti DOGE terdiri dari 6 talenta teknologi berusia 19-25 tahun. Pada 25 April, Musk secara resmi mengundurkan diri dari DOGE, dan setelah itu kemajuan pekerjaan DOGE pun melambat. Hingga saat ini, keberadaan terbaru dari 6 anggota inti DOGE masih belum jelas.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
