Parlemen Spanyol mengusulkan revisi undang-undang pajak kripto, tarif pajak keuntungan Bitcoin bisa naik hingga 47%
ChainCatcher melaporkan, menurut CriptoNoticias, kelompok parlemen Sumar di parlemen Spanyol telah mengajukan amandemen kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tujuan untuk mengubah tiga undang-undang perpajakan guna memperkuat pemungutan pajak atas cryptocurrency.
Usulan tersebut merekomendasikan agar keuntungan dari aset kripto non-instrumen keuangan dimasukkan ke dalam basis pajak penghasilan pribadi umum, dengan tarif pajak maksimum hingga 47%, bukan batas maksimum 30% pada basis pajak tabungan saat ini. Pada saat yang sama, diatur bahwa keuntungan semacam itu akan dikenakan pajak penghasilan perusahaan sebesar 30%. Usulan tersebut juga meminta Komisi Pasar Sekuritas Nasional Spanyol (CNMV) untuk membuat sistem penilaian risiko untuk cryptocurrency, yang wajib ditampilkan di platform investasi. Selain itu, amandemen ini memasukkan semua aset kripto ke dalam kategori aset yang dapat disita, memperluas ketentuan yang sebelumnya hanya berlaku untuk aset dalam cakupan regulasi MiCA Uni Eropa.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

