Bitcoin: Strategi Menciptakan Cadangan Bersejarah Sebesar $1,4 Miliar
Terlepas dari volatilitas pasar yang meningkat, Michael Saylor menegaskan kembali taruhannya pada Bitcoin. Perusahaannya, Strategy, baru saja mencapai tonggak baru dengan menggabungkan kripto dan keuangan tradisional. Kami memberikan semua detailnya pada paragraf berikut.
Ringkasan
- Strategy memegang 650.000 BTC dan menciptakan cadangan $1,44 miliar untuk dividen mereka.
- Perusahaan menurunkan target 2025 meskipun strategi akumulasi bitcoin yang diperkuat.
Cadangan Ganda untuk Menstabilkan Kerajaan Bitcoin Saylor
Menghadapi volatilitas pasar kripto, Strategy tidak lagi hanya mengandalkan akumulasi bitcoin. Mereka juga meluncurkan cadangan kas besar-besaran, yang ditujukan untuk mendukung dividen pada saham preferen mereka. Total jumlahnya mencapai $1,44 miliar, didanai oleh penjualan kilat saham MSTR dalam waktu kurang dari sembilan hari.
Bantalan keuangan ini mewakili 2,4% dari nilai kepemilikan bitcoin Strategy. Ini dimaksudkan untuk memastikan stabilitas perusahaan jika terjadi gejolak. Tujuan utamanya? Menutupi dividen selama 24 bulan.
Pada saat yang sama, perusahaan juga membeli tambahan 130 BTC senilai $11,7 juta. Ini membuat total kepemilikan mereka menjadi 650.000 bitcoin. Jumlah ini mewakili 3,1% dari total pasokan maksimum aset kripto tersebut.
Target 2025 Direvisi Turun Meski Komitmen Tetap Kuat
Tidak semuanya berjalan euforia di kubu Saylor. Meskipun cadangan mereka mencetak rekor, Strategy tampaknya menyesuaikan proyeksi bitcoin untuk 2025. Hasil BTC yang diharapkan kini berkisar antara 22% hingga 26%, dengan proyeksi harga antara $85.000 hingga $110.000 pada akhir tahun.
Ekspektasi laba juga telah diturunkan dari $20 miliar menjadi kisaran $8,4 hingga $12,8 miliar. Pendapatan operasional yang ditargetkan juga disesuaikan turun dari $34 miliar menjadi antara $7 hingga $9,5 miliar.
Bagi banyak analis kripto, penyesuaian ini tidak membatalkan strategi investasi berkomitmen Strategy. Namun, ini menandakan peningkatan kehati-hatian.
Bagaimanapun juga, Strategy tampaknya perlahan-lahan bertransformasi menjadi model hibrida. Pergeseran strategis ini bisa menginspirasi perusahaan publik lain yang terpapar pasar kripto. Taruhan bitcoin Michael Saylor tetap berani. Namun, kini didasarkan pada arsitektur keuangan yang lebih kokoh.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
BCA : Hari Pembebasan 2.0 - Kebijakan Tarif dan Prospek Pemilihan Paruh Waktu 2026

Semua mata tertuju pada Walsh, apakah "Pekan Super Bank Sentral" minggu depan akan menghadirkan gelombang kenaikan suku bunga G7?
Dalam situasi inflasi yang meningkat, konflik geopolitik, dan harga minyak yang melewati $100, bank sentral G7 menghadapi minggu penting terkait suku bunga. Dipengaruhi oleh inflasi inti yang melebihi ekspektasi, Federal Reserve diharapkan akan melakukan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun; Bank of Japan diprediksi akan menaikkan suku bunga hingga 1,25%, tertinggi dalam 30 tahun; sikap hawkish bank sentral Inggris, Eropa, dan Kanada juga semakin menguat secara bersamaan. Kebijakan moneter global sedang menghadapi titik balik besar menuju pengetatan kolektif.
Akankah Federal Reserve "menaikkan suku bunga secara beruntun"? Akankah siklus pengetatan akhir 1980-an terulang kembali?
Laporan Citi menunjukkan bahwa lingkungan makro saat ini sangat mirip dengan siklus pengetatan pada tahun 1988-1989, saat ekonomi tetap tangguh dan tekanan inflasi perlahan-lahan meningkat, kemudian aktivitas ekonomi melambat dan kebijakan baru beralih ke pelonggaran. Dalam siklus pengetatan tahun itu, Federal Reserve melakukan kenaikan suku bunga sebanyak 16 kali secara berturut-turut.
Musuh bebuyutan jarang bekerja sama! Elon Musk dan Sam Altman mendukung seruan Dario Amodei untuk "memperlambat AI secara global"
Anthropic Amodei mengeluarkan seruan untuk "memperlambat AI secara global," dan secara mengejutkan, dua rivalnya yaitu Musk dan Altman, sama-sama memberikan dukungan terbuka. Tiga raksasa itu sepakat untuk membuka akses evaluasi level karyawan kepada pihak ketiga dan menerapkan perlambatan yang terkoordinasi; Altman bahkan secara langsung mengumumkan bahwa OpenAI tidak akan melakukan IPO tahun ini. Pengunduran diri seorang peneliti dan serentetan AI yang lepas kendali telah memicu kepanikan lama di industri ini.
