Pemerintah India secara signifikan meningkatkan pelatihan penegakan hukum terkait cryptocurrency.
ChainCatcher melaporkan, menurut Financefeeds, pemerintah India sedang secara besar-besaran meningkatkan pelatihan penegakan hukum terkait cryptocurrency untuk menghadapi kejahatan keuangan cryptocurrency yang semakin kompleks.
Pelatihan ini melibatkan beberapa lembaga seperti Financial Intelligence Unit India (FIU-IND), Enforcement Directorate (ED), dan Narcotics Control Bureau (NCB), dengan fokus pada pelatihan forensik blockchain, analisis on-chain, penyitaan aset kripto, dan identifikasi alamat dompet. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap persyaratan pendaftaran wajib bagi Virtual Digital Asset Service Providers (VDASP) ke FIU-IND, serta pergeseran India dari regulasi yang ambigu menuju pengawasan yang lebih terstruktur. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petugas penegak hukum dengan kemampuan untuk melacak, menyita, dan menuntut kejahatan yang melibatkan Virtual Digital Asset (VDA).
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Goldman Sachs menginterpretasikan transformasi paradigma AI Meta (META.US), MuseAI memulai era baru agen cerdas
Baru-baru ini, Meta meluncurkan produk agen AI pribadi yang disebut Muse AI, menandakan bahwa era kecerdasan buatan konsumen secara resmi telah berpindah dari chatbot tanya-jawab menuju agen cerdas yang dapat menyelesaikan tugas nyata secara mandiri. Goldman Sachs menerbitkan laporan riset yang mempertahankan predikat “Buy” untuk Meta.

Piper Sandler menurunkan target harga Kimberly-Clark menjadi 118 dolar AS
Kontrak berjangka indeks saham Eropa turun

