Nasdaq memperoleh kewenangan lebih besar untuk menolak IPO berisiko tinggi
Jinse Finance melaporkan bahwa Bursa Nasdaq kini memiliki kewenangan yang lebih besar untuk menolak aplikasi IPO yang memiliki risiko manipulasi. Aturan baru ini segera berlaku setelah disetujui oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada hari Jumat. Aturan baru tersebut memberi wewenang kepada Nasdaq untuk menolak pencatatan perusahaan dalam situasi berikut: lokasi bisnis perusahaan tidak bekerja sama dengan pengawasan regulator AS; penjamin emisi, pialang, pengacara, atau auditor pernah terlibat dalam transaksi bermasalah; terdapat keraguan terhadap integritas manajemen atau pemegang saham utama. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi masalah penurunan harga yang tajam pada banyak IPO kecil dalam beberapa tahun terakhir. Dalam satu tahun terakhir, setengah dari IPO di Nasdaq mengumpulkan dana kurang dari 15 juta dolar AS, dan sebagian besar harga sahamnya turun lebih dari 35% dalam satu tahun.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

