Galaxy Research: Tether telah menjadi lembaga pinjaman CeFi terbesar di bidang kripto, dengan skala pinjaman melebihi 14 miliar dolar AS
Jinse Finance melaporkan bahwa Kepala Penelitian Galaxy Research, Alex Thorn, menulis artikel berjudul "Don’t Underestimate Tether", di mana ia menunjukkan bahwa Tether telah membangun jangkauan investasi dan operasi bisnis yang luas. Selain pasokan sirkulasi USDT yang melebihi 185 miliar dolar AS, perusahaan ini juga berinvestasi di perusahaan pertanian dan robotika, serta mengoperasikan penambangan bitcoin dan pusat data komputasi kinerja tinggi (HPC), serta mengembangkan aplikasi kesehatan AI (QVAC) dan aplikasi komunikasi pribadi (Keet). Selain itu, Alex Thorn juga mengungkapkan bahwa laporan terbaru menunjukkan Tether kini menjadi lembaga pinjaman keuangan terpusat (CeFi) terbesar di bidang kripto, dengan skala pinjaman melebihi 14 miliar dolar AS, dan telah membayar dividen lebih dari 10 miliar dolar AS kepada pemegang saham selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

