Survei Fed: Tarif Masih Membebani Bisnis, Inflasi Diperkirakan 4% Tahun Depan
BlockBeats News, 17 Desember, sebuah survei yang dilakukan bersama oleh Richmond dan Atlanta Feds serta Fuqua School of Business dari Duke University menunjukkan bahwa eksekutif keuangan perusahaan masih menganggap tarif sebagai perhatian utama, dengan ekspektasi rata-rata kenaikan harga sekitar 4% tahun depan. Hasil ini dapat memperburuk kekhawatiran Federal Reserve tentang tekanan harga saat ini—tekanan yang dapat mencegahnya dengan cepat mencapai target inflasi 2%.
Survei yang dilakukan antara 11 November hingga 1 Desember ini mewawancarai 548 chief financial officer. Hasilnya menunjukkan bahwa para responden kurang percaya diri terhadap perusahaan mereka sendiri maupun ekonomi AS secara keseluruhan. Indeks optimisme ekonomi AS secara keseluruhan turun dari 62,9 (dari 100) pada kuartal ketiga menjadi 60,2, di bawah puncak terbaru 66 yang dicapai pada akhir 2024 setelah Presiden Trump memenangkan pemilihan ulang.
Secara keseluruhan, responden memperkirakan pertumbuhan moderat dalam lapangan kerja dan ekonomi pada 2026, dengan perkiraan median pertumbuhan lapangan kerja sebesar 1,7% pada 2026 (mirip dengan survei terbaru) dan estimasi tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan sekitar 1,9%. Kurang dari setengah (40%) perusahaan mengatakan mereka sedang merekrut untuk posisi baru, sedikit di bawah 20% perusahaan yang sama sekali tidak merekrut, dengan sekitar 9% perusahaan memperkirakan akan melakukan PHK. (via Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tingkat gagal bayar kredit swasta di Amerika Serikat naik menjadi 6,3%, mencetak rekor baru, sementara tingkat gagal bayar di industri perangkat lunak turun menjadi 0,6%.
Menurut laporan terbaru dari Fitch, tingkat gagal bayar kredit swasta AS yang melacak 1.300 peminjam naik menjadi 6,3% pada akhir Agustus dalam 12 bulan terakhir, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 6,1% pada Juli. Tingkat gagal bayar di sektor layanan kesehatan, industri, dan manufaktur masing-masing mencapai 9,9%, sedangkan sektor perangkat lunak teknologi justru turun menjadi 0,6%. Meskipun kekhawatiran akan disrupsi AI memberikan tekanan pada industri perangkat lunak, hal tersebut belum secara signifikan mempengaruhi kualitas kredit di sektor ini.
Data: ETH menembus 2.600 dolar AS
Saham Bank of America turun 6%! CEO mengatakan pendapatan perdagangan pada kuartal ketiga stagnan, dan pendapatan investment banking tidak sesuai harapan
CEO Bank of America, Brian Moynihan, menyatakan bahwa pendapatan perdagangan bank pada kuartal ini akan "relatif stabil" dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu, yang sangat kontras dengan lonjakan pendapatan di Wall Street pada paruh pertama tahun ini. Selain itu, biaya bisnis perbankan investasi diperkirakan berkisar antara 1,6 hingga 1,8 miliar dolar AS, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang mendekati 2 miliar dolar AS.
