Bank Sentral Korea: Institusionalisasi aset virtual akan memperkuat hubungan dengan pasar keuangan tradisional
Menurut berita dari TechFlow, pada 23 Desember, mengutip laporan dari Yonhap News Agency, Bank Sentral Korea dalam "Laporan Stabilitas Keuangan Semester Kedua" terbaru menunjukkan bahwa seiring dengan kemajuan institusionalisasi pasar aset virtual global, hubungan antara aset virtual dan pasar keuangan tradisional semakin kuat. Laporan tersebut menganalisis bahwa peningkatan partisipasi oleh badan hukum dan investor institusi serta peluncuran exchange-traded fund (ETF) telah membentuk saluran koneksi antara aset virtual dan pasar keuangan tradisional secara global.
Bank Sentral Korea menyatakan bahwa volatilitas harga aset virtual terutama ditransmisikan ke pasar keuangan tradisional melalui pasar saham, terutama selama periode guncangan makroekonomi atau perubahan kebijakan moneter, efek transmisi ini menjadi lebih jelas. Sebaliknya, karena lingkungan regulasi yang ketat membatasi partisipasi badan hukum dan penerbitan produk keuangan, indeks efek transmisi pasar aset virtual domestik Korea relatif rendah. Bank Sentral Korea menyarankan bahwa dalam proses memajukan institusionalisasi aset virtual, perlu membangun sistem manajemen yang efektif untuk mengendalikan risiko potensial antara pasar keuangan tradisional dan pasar aset virtual dalam batas yang dapat diterima.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
