Laporan Tahunan CertiK: Ketika AI Menjadi "Penguat" Phishing, Pengguna Harus Meningkatkan Kesadaran Keamanan
PANews 23 Desember — CertiK hari ini merilis “Laporan Keamanan Web3 2025 Skynet Hack3D” yang menunjukkan bahwa phishing masih menjadi ancaman keamanan paling sering sepanjang tahun ini. Pada tahun 2025, tercatat 248 insiden phishing dengan kerugian sekitar 723 juta dolar AS. Perlu diperhatikan bahwa popularitas teknologi AI kini menjadi “penguat” serangan phishing: penyerang memanfaatkan AI untuk membuat situs phishing tiruan yang sangat mirip, pop-up dompet, serta pesan penipuan multibahasa, dan menggabungkannya dengan data on-chain serta media sosial untuk menargetkan korban secara presisi, sehingga efektivitas metode pertahanan tradisional semakin menurun. Laporan ini mengingatkan bahwa baik pengguna individu maupun pihak proyek perlu meningkatkan kesadaran dan langkah perlindungan keamanan untuk menghadapi eskalasi serangan yang didorong oleh AI.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Chip AI buatan Meta sendiri akan diterapkan pada paruh pertama tahun depan, bertujuan untuk menurunkan biaya dan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.
Meta akan mulai menggunakan chip AI generasi ketiga yang dikembangkannya sendiri, MTIA 450, di pusat data pada paruh pertama tahun depan, sementara generasi keempat diperkirakan akan memasuki pusat data pada akhir tahun 2027. Dalam 12 bulan ke depan, komitmen Meta untuk distribusi chip buatannya sendiri telah melebihi setara konsumsi listrik 1 GW. Wakil Presiden Teknik Meta, Yee Jiun Song, menyatakan bahwa dibandingkan dengan produk yang saat ini dikirim oleh Nvidia, chip buatan sendiri memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah saat menjalankan model AI.
Minyak mentah AS berbalik turun
