Jajak Pendapat Gallup: Tingkat Persetujuan Trump Mencapai Titik Terendah dalam Sejarah, Powell Muncul sebagai Pemimpin Paling Populer
BlockBeats News, 24 Desember, sebuah jajak pendapat baru dari Gallup menemukan bahwa di antara 13 pemimpin AS, Ketua Federal Reserve Jerome Powell adalah yang paling populer, dengan lebih dari 40% responden menyetujui kinerja Powell. Ini termasuk 46% dari Demokrat, 34% dari Republik, dan 49% dari Independen.
Tingkat persetujuan Trump adalah 36%, menandai titik terendah baru untuk masa jabatan keduanya, hanya sedikit lebih tinggi dari rekor terendahnya sebesar 34% pada tahun 2021. Jajak pendapat menunjukkan bahwa tingkat persetujuan Trump masih sangat dipengaruhi oleh polarisasi partisan yang kuat. Sekitar 89% dari Republik menyetujui kinerjanya, sementara Independen jauh lebih sedikit mendukung, dan tingkat persetujuan dari Demokrat hampir nol. (The Hill)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Carlyle (CG.US) kembali berinvestasi besar dalam bisnis energi, melakukan akuisisi Parallax senilai 1.1 miliar dolar Kanada.
Carlyle telah mendirikan perusahaan baru yang berencana mengakuisisi Parallax dengan nilai sekitar 1.1 miliar dolar Kanada, terus memperluas aset minyak ringan Kanada.

Bernstein: Jika pengembangan model AI melambat, CoreWeave (CRWV.US) mungkin akan terdampak paling besar
Bernstein menyatakan bahwa seruan pelambatan pelatihan model kecerdasan buatan (AI) oleh para raksasa industri dapat memberikan dampak negatif bagi pengembang pusat data dan penyedia layanan cloud baru, di mana CoreWeave kemungkinan menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak.

Data ketenagakerjaan "mengecewakan" mendukung Bank of England untuk mempertahankan suku bunga tetap pada hari Kamis
Pengusaha di Inggris memecat karyawan dengan kecepatan tercepat dalam sembilan bulan terakhir, menyoroti lemahnya kondisi pasar tenaga kerja di Inggris.


