Kapitalisasi pasar total stablecoin telah tumbuh sebesar 70% tahun ini, dengan aplikasi pembayaran global dan permintaan institusional menjadi faktor pendorong utama.
BlockBeats News, 26 Desember, menurut Cointelegraph, kapitalisasi pasar stablecoin telah melampaui angka $310 miliar, mencapai tonggak penting. Ini menandakan pertumbuhan sebesar 70% hanya dalam satu tahun. Pertumbuhan ini bukan sekadar indikator lain dari gelembung cryptocurrency; ini menandai perubahan mendasar dalam lanskap aset digital global.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pendorong utama di balik pertumbuhan pesat stablecoin meliputi: adopsi global dalam aplikasi pembayaran, permintaan institusional, dan perkembangan DeFi. Selain itu, beberapa model analisis industri memprediksi bahwa pada tahun 2028, dengan integrasi stablecoin yang lebih luas oleh institusi keuangan besar, pasokan stablecoin akan mencapai $20 triliun. Prediksi ini didasarkan pada evolusi stablecoin dari alat transaksi menjadi lapisan uang digital yang lebih universal, yang diterapkan dalam e-commerce, pembayaran antar perusahaan, embedded finance, dan bidang lainnya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Chip AI buatan Meta sendiri akan diterapkan pada paruh pertama tahun depan, bertujuan untuk menurunkan biaya dan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.
Meta akan mulai menggunakan chip AI generasi ketiga yang dikembangkannya sendiri, MTIA 450, di pusat data pada paruh pertama tahun depan, sementara generasi keempat diperkirakan akan memasuki pusat data pada akhir tahun 2027. Dalam 12 bulan ke depan, komitmen Meta untuk distribusi chip buatannya sendiri telah melebihi setara konsumsi listrik 1 GW. Wakil Presiden Teknik Meta, Yee Jiun Song, menyatakan bahwa dibandingkan dengan produk yang saat ini dikirim oleh Nvidia, chip buatan sendiri memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah saat menjalankan model AI.
