Eksekutif: Prospek perusahaan treasury kripto suram sebelum 2026, sebagian besar mungkin akan hilang
Menurut laporan dari Cointelegraph yang dikutip oleh TechFlow pada 29 Desember, perusahaan treasury cryptocurrency dan bitcoin menghadapi tantangan berat pada tahun 2026. Beberapa eksekutif industri menyatakan bahwa sebagian besar perusahaan semacam itu kemungkinan tidak akan bertahan. Pada tahun 2025, perusahaan Digital Asset Treasury (DAT) bermunculan dengan cepat dan awalnya menarik banyak investasi dari Wall Street, namun seiring meningkatnya persaingan pasar dan turunnya harga cryptocurrency, valuasi mereka terpukul parah. Para ahli memprediksi bahwa perusahaan treasury yang berfokus pada altcoin akan menjadi yang pertama gulung tikar, sementara perusahaan yang mampu memberikan nilai tambah (seperti imbal hasil stabil atas aset yang dimiliki) memiliki peluang bertahan lebih tinggi. Sementara itu, investor mulai beralih ke ETF cryptocurrency karena menawarkan transparansi, kemampuan audit, dan kepatuhan yang lebih tinggi. Para pelaku industri menyarankan bahwa model treasury cryptocurrency perlu terintegrasi dengan infrastruktur keuangan tradisional agar dapat bersaing di masa depan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

