Tether, penerbit stablecoin terbesar USDT, menarik perhatian besar pada kuartal terakhir tahun 2025 dengan secara agresif memperluas cadangan Bitcoin-nya, sebuah keputusan yang diambil di tengah volatilitas pasar. Saat tahun berakhir, perusahaan tersebut melakukan konsolidasi pembelian dalam jumlah besar di dompet cadangannya. Langkah strategis ini menunjukkan pendekatan jangka panjang, terlepas dari siklus penilaian pasar, yang menantang peran cryptocurrency dalam neraca perusahaan. Tindakan Tether mengungkapkan bahwa akumulasi Bitcoin oleh institusi tidak semata-mata bergantung pada fluktuasi harga.
Tether Meningkatkan Cadangan Bitcoin ke Level Tertinggi Sepanjang Masa
Peningkatan Signifikan dalam Kepemilikan Bitcoin Tether
Pada kuartal keempat 2025, Tether secara signifikan menambah cadangan Bitcoin-nya melalui dua transfer besar. Berdasarkan data blockchain, Tether mentransfer 961 Bitcoin pada awal November dan tambahan 8.888,8 Bitcoin setelah akhir tahun. Nilai total transaksi ini sekitar $876 juta, dengan transfer tunggal terbesar senilai $778 juta.
Akuisisi ini sejalan dengan kebijakan akumulasi Bitcoin berbasis keuntungan Tether yang diumumkan pada Mei 2023. Perusahaan berkomitmen untuk mengalokasikan 15% dari laba setiap kuartal untuk pembelian Bitcoin, mengkonsolidasikan transaksi ini di dompet cadangan mereka pada atau segera setelah akhir kuartal. Dengan penambahan ini, kepemilikan utama Bitcoin Tether telah tumbuh menjadi 96.185 Bitcoin, senilai $8,4 miliar, menempatkan Tether di antara dompet Bitcoin terbesar di dunia.
Harga rata-rata pembelian untuk akuisisi ini sekitar $51.100 per Bitcoin. Dengan mempertimbangkan harga pasar saat ini, keuntungan belum terealisasi dari portofolio Tether melebihi $3,5 miliar. Strategi ini memperlihatkan pendekatan perusahaan yang sabar dan fokus pada keseimbangan di tengah volatilitas harga.
Akuisisi Institusi Tetap Berlanjut Meski Harga Turun
Alokasi modal Tether tidak terbatas pada cryptocurrency saja. Perusahaan mengumumkan rencana untuk menyalurkan sebagian keuntungannya ke rantai pasokan emas tahun lalu. Rantai ini, yang mencakup mulai dari pertambangan hingga pemurnian dan perdagangan, didukung oleh cadangan emas fisik yang disimpan di Swiss. Laporan keuangan menunjukkan bahwa aset Bitcoin dan emas secara signifikan berkontribusi pada profitabilitas tahun lalu.
Tren akumulasi serupa juga terus terjadi di ranah korporasi. Strategy membeli 1.229 Bitcoin dengan biaya rata-rata $88.568 per koin minggu lalu, menambah $108,8 juta ke portofolionya. Metaplanet yang berbasis di Jepang kembali memasuki pasar pada kuartal terakhir 2025 setelah beberapa bulan, membeli 4.279 Bitcoin, meningkatkan total kepemilikan Bitcoin-nya menjadi 35.102, melampaui angka $3 miliar.
Pada saat penulisan, harga Bitcoin bergerak sideways di kisaran $88.000–$90.000. Pembelian institusi yang berkelanjutan menyoroti fokus pada pelestarian nilai jangka panjang dan penguatan neraca, bukan pada fluktuasi jangka pendek.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
CEO Intel: CPU hanya memenuhi 50% kebutuhan, 14A akan mulai produksi pada kuartal pertama tahun depan, arsitektur baru mungkin menurunkan konsumsi daya inferensi menjadi 1/15 dari GPU
CEO Intel, Chen Liwu, menyatakan bahwa era agen AI telah memicu lonjakan permintaan CPU, dan saat ini Intel hanya dapat memenuhi sekitar 50% permintaan pelanggan; beberapa CEO perusahaan teknologi besar menelepon untuk berebut pembelian. Dalam hal proses manufaktur, node 18A telah diproduksi secara massal, dan node 14A akan mulai diproduksi pada kuartal pertama tahun depan. Dengan membuka data pabrik, tingkat hasil produksi meningkat sekitar 7% setiap tahun. Selain itu, ia sedang mengembangkan komputasi neuromorfik untuk mengatasi hambatan konsumsi energi, dan memperkirakan komputasi kuantum akan memberikan dampak industri yang nyata dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.
Amerika Serikat mendesak Jepang untuk meningkatkan belanja pertahanan, Tokyo mempertimbangkan target 3,5% dari PDB, pasar obligasi dan yen mengalami tekanan terlebih dahulu
Di bawah tekanan dari Amerika Serikat, Jepang sedang mempertimbangkan untuk menetapkan target pengeluaran pertahanan jangka menengah yang baru, dengan rencana meningkatkan anggaran pertahanan hingga 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan NATO dan sekutu Amerika Serikat lainnya.

Logika "pembiayaan murah" yen berubah! Dana kembali mengatur ulang "Carry Trade", franc Swiss dan krona Swedia bersaing untuk posisi mata uang pembiayaan
Daya tarik pembiayaan yen menurun, para pelaku carry trade baru-baru ini mengalihkan perhatian mereka ke franc dan kroner. Karena nilai tukar yen yang melonjak membuatnya tidak lagi menjadi pilihan investasi yang dapat diandalkan, mata uang seperti Swedish krona dan Swiss franc kini menjadi pilihan utama untuk pembiayaan carry trade.

