Setelah perubahan kebijakan regulasi di AS, PwC meningkatkan investasinya di cryptocurrency.
Menurut Paul Griggs, CEO dan Senior Partner PwC, PwC telah memutuskan untuk merangkul cryptocurrency setelah bertahun-tahun bersikap hati-hati, karena lingkungan regulasi untuk cryptocurrency di AS menjadi lebih menguntungkan selama pemerintahan Trump.
Griggs menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada hari Minggu bahwa kepemimpinan baru di lembaga-lembaga pengatur seperti US Securities and Exchange Commission, serta undang-undang baru seperti GENIUS Act, merupakan faktor kunci yang mendorong perubahan sikap PwC.
Ia mengatakan: "Saya memperkirakan GENIUS Act dan kerangka regulasi seputar stablecoin akan meningkatkan kepercayaan terhadap produk dan kelas aset ini." Ia juga menambahkan: "Tokenisasi pasti akan terus berkembang. PwC harus terlibat dalam ekosistem ini."
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Besent: Mendukung "cek senilai 5000 dolar AS", tidak akan menambah defisit, Ketua DPR: Rencana tersebut masih membutuhkan waktu untuk direalisasikan
Menteri Keuangan AS, Yellen, menyatakan bahwa ada cara untuk melaksanakan rencana tersebut tanpa meningkatkan defisit, namun belum mengungkapkan rincian terkait kompensasi biaya. Ia menyebut bahwa Departemen Keuangan telah meneliti hal ini "selama cukup lama" dan menekankan bahwa "menempatkan lebih banyak uang di kantong rakyat Amerika seharusnya menjadi tujuan semua orang." Ketua DPR Mike Johnson mengatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Presiden malam sebelumnya mengenai isu ini, namun rincian spesifik belum ditetapkan dan implementasi rencana ini akan membutuhkan waktu.
BTC rebound menembus 76.000 USDT, penurunan 24 jam menyempit menjadi 4,06%
Huang Renxun: Keamanan AI tidak memerlukan undang-undang baru, kekuatan pasar sudah cukup
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan dalam konferensi Salesforce Dreamforce bahwa inovasi dan keamanan AI bukanlah hal yang saling bertentangan. Mekanisme pasar sudah cukup untuk membatasi keamanan produk AI, sehingga tidak perlu undang-undang khusus. Perusahaan dapat mengembangkan AI sambil tetap memperhatikan keamanan; kuncinya adalah mengatur ritme peluncuran hingga yakin dengan penerimaan pasar terhadap produk tersebut.

