Gelombang penjualan obligasi Jepang berlanjut di tahun baru
Odaily melaporkan bahwa gelombang penjualan obligasi pemerintah Jepang masih berlanjut, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Februari 1999, imbal hasil obligasi 20 tahun naik sekitar 10 basis poin menjadi 3,08%, imbal hasil obligasi 30 tahun naik 3 basis poin menjadi 3,485%, dan imbal hasil obligasi 40 tahun naik 8 basis poin menjadi 3,69%. Situs keuangan investinglive menganalisis bahwa meskipun yen menghadapi tekanan eksternal, beberapa pihak mungkin berpendapat bahwa pergerakan pasar obligasi justru menjadi risiko terbesar bagi ekonomi Jepang tahun ini. Pemerintah dan Bank of Japan harus memantau perkembangan situasi dengan cermat, karena dalam tiga bulan terakhir, situasi jelas memburuk dengan cepat. Mengingat penjualan obligasi Jepang (lonjakan imbal hasil), yen juga menghadapi ujian dan tekanan berat, yang menunjukkan bahwa para trader dan investor lebih memperhatikan masalah fiskal dan ekonomi daripada kebijakan Bank of Japan dan penyempitan selisih suku bunga. (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Nvidia (NVDA.US) meningkatkan investasi AI dengan menyuntikkan dana sebesar 2 miliar dolar AS ke dalam Global AI Fund Brookfield (BAM.US), yang berencana mengumpulkan dana sebesar 10 miliar dolar AS.
Nvidia telah menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke dalam Global Artificial Intelligence Infrastructure Fund yang dikelola oleh Brookfield Asset Management.
Imbal hasil riil TIPS 10 tahun Amerika Serikat mencapai level tertinggi sejak krisis 2008, defisit fiskal dan ekspansi utang perusahaan menarik perhatian.
Departemen Keuangan Amerika Serikat pada hari Kamis menerbitkan Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) 10 tahun senilai 19 miliar dolar AS, dengan tingkat imbal hasil riil yang memenangkan lelang naik menjadi 2,653%, tertinggi sejak 2008. Rasio bid-to-cover sebesar 2,24, lebih rendah dari rata-rata 2,43 dalam tiga lelang sebelumnya, menunjukkan permintaan yang menurun dibanding sebelumnya.
