Morgan Stanley: Pembelian aset kembali oleh Federal Reserve telah menghilangkan risiko likuiditas
BlockBeats melaporkan, pada 9 Januari, Chief Investment Officer Morgan Stanley, Mike Wilson, memberikan prospek yang sangat optimis terhadap pasar saham Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan CNBC "Squawk Box", Mike Wilson menggambarkan jalur pasar di masa depan sebagai "sangat jelas". Ia percaya bahwa stabilisasi kebijakan Federal Reserve dan dukungan legislatif akan kembali menghidupkan sektor konsumsi. Wilson menunjukkan, "Federal Reserve secara aktif menangani masalah likuiditas ini, dan dukungan seperti ini menghilangkan satu lapisan risiko besar bagi para investor."
Meskipun prospek jangka panjang tetap positif, Wilson memperingatkan bahwa koreksi pasar tidak dapat dihindari pada tahun pemilihan paruh waktu. Ia menyarankan para investor untuk bersiap menghadapi setidaknya satu kali koreksi sebesar 10%, namun juga mendorong semua orang untuk melihat penurunan semacam itu sebagai peluang membeli, bukan sinyal untuk keluar dari pasar. (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Bridgewater Fund: Sebagian besar perdagangan infrastruktur AI sudah dihargai, hanya memegang “posisi yang sangat kecil”
CIO Bridgewater, Greg Jensen, memperingatkan bahwa aset terkait infrastruktur AI telah sangat dihargai oleh pasar, dan peluang mendapat keuntungan berlebih seperti dua tahun lalu mulai memudar. Dana telah mengurangi posisi investasi menjadi "sangat kecil." Melalui pemodelan sistem hingga tahun 2028, ditemukan bahwa ruang kenaikan untuk aset seperti chip dan pusat data sangat terbatas, serta ada risiko pendanaan dan penundaan pembangunan. Fokus strategi Bridgewater kini telah beralih ke jalur disrupsi dan aplikasi AI.
Media Korea: Siklus pengiriman suku cadang penting untuk peralatan semikonduktor telah "lebih dari dua kali lipat"
Dilaporkan bahwa Korea Selatan sedang mengalami krisis besar dalam pasokan komponen inti peralatan semikonduktor—waktu pengiriman umumnya menjadi dua kali lebih lama, beberapa komponen buatan Jepang bahkan harus menunggu hingga 40 bulan dan tetap tidak bisa dibeli meski dengan harga premium. Produsen Jepang memperluas kapasitas produksi dengan hati-hati, sehingga kapasitas produksi sangat tertinggal, tekanan telah ditransmisikan ke hilir, dan proyek besar milik Samsung di Pyeongtaek dan SK Hynix di Yongin menghadapi risiko penundaan. Rencana ekspansi kapasitas chip AI juga menghadapi kendala besar pada rantai pasokan.
Saham Jepang naik 1,83%, menembus 65.000 poin
