Meskipun sentimen secara keseluruhan di pasar cryptocurrency tetap bearish, beberapa proyek altcoin menunjukkan indikator teknikal yang menandakan potensi momentum kenaikan. Secara khusus, Midnight (NIGHT), Hyperliquid (HYPE), dan Monero (XMR) baru-baru ini mendapat perhatian signifikan karena berbagai perkembangan. Para ahli di industri menyarankan bahwa kemajuan pada roadmap proyek-proyek ini dan minat investor yang kuat menciptakan perbedaan mencolok dari pandangan pasar yang umumnya lemah.
Token Crypto Menunjukkan Prospek Menjanjikan
Kemajuan Roadmap Midnight dan Hyperliquid
Midnight sedang memajukan rencananya yang menargetkan kuartal pertama tahun 2026, dengan menekankan sebuah tahap bernama “Kūkolu,” yang bertujuan mengaktifkan mainnet yang aman dan aplikasi berfokus pada privasi. Tim proyek memprioritaskan validator dan fitur privasi yang ditingkatkan sebagai bagian dari fase baru ini. Para pengamat telah mencatat pergerakan naik pada indikator teknikal, khususnya pada Chaikin Money Flow (CMF), yang mengindikasikan penurunan arus keluar pasar.
Di sisi lain, Hyperliquid menarik perhatian investor karena kenaikan posisi terbuka pada bursa derivatif terdesentralisasi miliknya dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan CMF di atas nol menjadi tanda masuknya modal yang semakin besar. Pertumbuhan pesat ukuran posisi terbuka Hyperliquid selama sebulan terakhir diinterpretasikan sebagai cerminan kepercayaan terhadap struktur pasar.
Melihat pergerakan harga Hyperliquid, terlihat korelasi yang rendah dengan Bitcoin, yang menunjukkan bahwa ia telah mendapatkan momentum independen. Para ahli melaporkan bahwa proyek ini terus meningkatkan pangsa pasar sebagai platform derivatif terdesentralisasi yang berkinerja tinggi.
Tekanan Jual Monero yang Menurun
Monero, cryptocurrency berfokus privasi yang dikenal dengan transaksi tidak terlacak sejak peluncurannya pada 2014, baru-baru ini mengalami koreksi hingga 30% dalam harga selama periode 11 hari. Namun, analisis teknikal melalui Money Flow Index (MFI) menunjukkan bahwa tekanan jual mulai berkurang.
Menurut para analis, kebijakan privasi yang kuat dari Monero dan prioritas pada privasi transaksi tetap mempertahankan minat di tengah kondisi pasar saat ini.
Beberapa komentator pasar mengaitkan ketahanan Monero dengan permintaan jangka panjang yang tidak bersifat spekulatif untuk transaksi. Dalam sektor ini, fungsionalitas dan adopsi Monero tetap krusial bagi pengguna yang mencari privasi.
Altcoin yang Menyimpang dan Pencarian Kualitas
Sementara kelemahan umum masih bertahan di seluruh indeks altcoin, perbedaan yang nyata mulai terjadi di dalam pasar. Para ahli menganggap kemajuan yang dicapai oleh Midnight dan Hyperliquid di bidangnya masing-masing, beserta permintaan Monero yang terus-menerus untuk privasi, sebagai bentuk “flight to quality.” Pergerakan modal pada proyek yang menawarkan perkembangan roadmap nyata, performa tinggi, dan narasi unik semakin mencolok.
Di era menurunnya selera risiko di pasar crypto, proyek-proyek tertentu menonjol karena indikator teknikal dan narasi sektoralnya. Tren ini menunjukkan bahwa investor mulai beralih dari pencarian altcoin tradisional menuju proyek yang telah matang dengan cerita yang berkelanjutan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Amerika Serikat mendesak Jepang untuk meningkatkan belanja pertahanan, Tokyo mempertimbangkan target 3,5% dari PDB, pasar obligasi dan yen mengalami tekanan terlebih dahulu
Di bawah tekanan dari Amerika Serikat, Jepang sedang mempertimbangkan untuk menetapkan target pengeluaran pertahanan jangka menengah yang baru, dengan rencana meningkatkan anggaran pertahanan hingga 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan NATO dan sekutu Amerika Serikat lainnya.

Logika "pembiayaan murah" yen berubah! Dana kembali mengatur ulang "Carry Trade", franc Swiss dan krona Swedia bersaing untuk posisi mata uang pembiayaan
Daya tarik pembiayaan yen menurun, para pelaku carry trade baru-baru ini mengalihkan perhatian mereka ke franc dan kroner. Karena nilai tukar yen yang melonjak membuatnya tidak lagi menjadi pilihan investasi yang dapat diandalkan, mata uang seperti Swedish krona dan Swiss franc kini menjadi pilihan utama untuk pembiayaan carry trade.

