Mahal tapi Menarik: 3 Saham dengan Rasio P/E Tinggi yang Berpotensi Naik Lebih dari 75%
Menggunakan TipRanks Stock Screener Tool, kami mengidentifikasi tiga perusahaan dengan rasio price-to-earnings (P/E) yang tinggi, konsensus rating Strong Buy, dan potensi kenaikan lebih dari 75% dalam 12 bulan ke depan, menjadikannya peluang menarik bagi investor yang berfokus pada pertumbuhan.
- Buka data tingkat hedge fund dan alat investasi yang kuat untuk keputusan yang lebih cerdas dan tajam
- Tetap selangkah lebih maju dari pasar dengan berita dan analisis terbaru serta maksimalkan potensi portofolio Anda
Nilai sejati suatu investasi berasal dari pertumbuhan masa depannya yang diharapkan. Rasio P/E yang tinggi dapat menunjukkan harga yang terlalu mahal, namun sering kali mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan laba yang pesat. Langkah pentingnya adalah membandingkan harga saat ini dengan proyeksi pertumbuhan yang diantisipasi. Membeli saham dengan P/E tinggi berarti bertaruh pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan pasar yang terus berkembang.
1) Chewy (CHWY)
- Rasio P/E: 50.0x (136% di atas median sektor 21.1x)
- Target Harga Rata-rata Chewy: $47.19 (kenaikan 98.7%)
Chewy adalah pengecer hewan peliharaan online terkemuka, menunjukkan profil pertumbuhan yang kuat, peningkatan pangsa pasar, dan pendapatan berulang yang stabil dari model langganan Autoship. Pendapatan juga secara konsisten melampaui ekspektasi, didukung oleh basis pelanggan aktif yang terus bertambah dan peningkatan profitabilitas di tengah pengeluaran hewan peliharaan yang tetap tangguh.
2) Riot Platforms (RIOT)
- Rasio P/E: 45.2x (91% di atas median sektor 23.59x)
- Target Harga Rata-rata Riot Platforms: $27.00 (kenaikan 84%)
Riot Platforms memberikan investor eksposur ke infrastruktur penambangan Bitcoin dan potensi kenaikan dari aset data center yang dapat diskalakan. Selain itu, mereka berencana mengkonversi megawatt kapasitas daya menjadi aset komputasi dengan margin lebih tinggi seiring waktu. Kombinasi ini dapat menawarkan leverage pertumbuhan dari siklus crypto dan opsi dari peluang data center.
3) Affirm Holdings (AFRM)
- Rasio P/E: 61.3x (360% di atas median sektor 13.3x)
- Target Harga Rata-rata Affirm: $87.22 (kenaikan 76%)
Affirm telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat pada tahun fiskal 2025 dan baru-baru ini beralih menjadi perusahaan yang menguntungkan setelah sebelumnya merugi. Perusahaan ini berulang kali mengalahkan ekspektasi pendapatan dan memperluas produk seperti Affirm Card di atas basis pengguna dan pedagang yang besar, yang dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan jika adopsi BNPL tetap kuat.
Copyright © 2026, TipRanks. Semua hak dilindungi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
BCA : Hari Pembebasan 2.0 - Kebijakan Tarif dan Prospek Pemilihan Paruh Waktu 2026

Semua mata tertuju pada Walsh, apakah "Pekan Super Bank Sentral" minggu depan akan menghadirkan gelombang kenaikan suku bunga G7?
Dalam situasi inflasi yang meningkat, konflik geopolitik, dan harga minyak yang melewati $100, bank sentral G7 menghadapi minggu penting terkait suku bunga. Dipengaruhi oleh inflasi inti yang melebihi ekspektasi, Federal Reserve diharapkan akan melakukan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun; Bank of Japan diprediksi akan menaikkan suku bunga hingga 1,25%, tertinggi dalam 30 tahun; sikap hawkish bank sentral Inggris, Eropa, dan Kanada juga semakin menguat secara bersamaan. Kebijakan moneter global sedang menghadapi titik balik besar menuju pengetatan kolektif.
Akankah Federal Reserve "menaikkan suku bunga secara beruntun"? Akankah siklus pengetatan akhir 1980-an terulang kembali?
Laporan Citi menunjukkan bahwa lingkungan makro saat ini sangat mirip dengan siklus pengetatan pada tahun 1988-1989, saat ekonomi tetap tangguh dan tekanan inflasi perlahan-lahan meningkat, kemudian aktivitas ekonomi melambat dan kebijakan baru beralih ke pelonggaran. Dalam siklus pengetatan tahun itu, Federal Reserve melakukan kenaikan suku bunga sebanyak 16 kali secara berturut-turut.
Musuh bebuyutan jarang bekerja sama! Elon Musk dan Sam Altman mendukung seruan Dario Amodei untuk "memperlambat AI secara global"
Anthropic Amodei mengeluarkan seruan untuk "memperlambat AI secara global," dan secara mengejutkan, dua rivalnya yaitu Musk dan Altman, sama-sama memberikan dukungan terbuka. Tiga raksasa itu sepakat untuk membuka akses evaluasi level karyawan kepada pihak ketiga dan menerapkan perlambatan yang terkoordinasi; Altman bahkan secara langsung mengumumkan bahwa OpenAI tidak akan melakukan IPO tahun ini. Pengunduran diri seorang peneliti dan serentetan AI yang lepas kendali telah memicu kepanikan lama di industri ini.
