Ekspor minyak Iran tetap kuat selama konflik, pendapatan meningkat memperkuat posisi negosiasi
BlockBeats melaporkan pada 16 Juni bahwa, dalam beberapa bulan konflik setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, meskipun situasi di Selat Hormuz tetap tegang dan mempengaruhi pasar energi global, pendapatan ekspor minyak Iran tidak menyusut secara signifikan seperti yang diperkirakan banyak pihak, bahkan pada beberapa periode sempat mengalami peningkatan.
Laporan tersebut mengutip data industri minyak dan gas, menyatakan bahwa selama sebagian besar tahap perang, pendapatan ekspor minyak harian Iran bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik terjadi, sehingga memperlemah anggapan bahwa “ekonomi Iran akan cepat terputus.” Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya memperkirakan bahwa sanksi dan tekanan militer akan dengan cepat menekan kemampuan fiskal Iran dan melemahkan kemampuan mereka dalam mempertahankan sistem militer dan energi.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa meskipun menghadapi sanksi dan konflik geopolitik, Iran tetap dapat mempertahankan skala tertentu ekspor minyak mentah melalui jaringan ekspornya yang ada, sehingga rantai pendapatan energi mereka tetap tangguh di tengah konflik. Hasil ini juga membuat pasar meninjau kembali penilaian tentang efektivitas sanksi dan stabilitas pasokan energi dari Timur Tengah.
Para analis menunjuk bahwa kelanjutan ekspor energi berarti Iran masih memiliki kemampuan penopang ekonomi dalam negosiasi diplomasi dan gencatan senjata ke depan, sehingga posisi tawar mereka dalam persaingan regional belum sepenuhnya melemah.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Jumlah transfer tetap pribadi, Sui confidential transfer mendukung penyelesaian di blockchain publik.
