Kishida Menerima Kenaikan Suku Bunga BOJ, Menegaskan Koordinasi dengan Bank Sentral
Pada 22 Juni, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi kembali menegaskan sikap reguler pemerintah untuk berkoordinasi dengan bank sentral, yang menunjukkan bahwa ia telah menerima keputusan terbaru Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga. Takaichi menyatakan pada hari Senin, 'Kami mengharapkan kerja sama erat antara Bank of Japan dan pemerintah untuk menerapkan kebijakan moneter yang tepat berdasarkan perkembangan ekonomi, harga, dan kondisi keuangan, guna secara berkelanjutan mencapai target stabilitas harga sebesar 2%.' Sebagai pendukung kebijakan moneter longgar, Takaichi menyampaikan pernyataan ini setelah kenaikan suku bunga BOJ pekan lalu. Data terbaru menunjukkan bahwa indeks harga konsumen nasional Jepang naik 1,4% pada Mei, sebagian disebabkan oleh subsidi pemerintah yang menahan biaya energi. Pemerintah Takaichi juga telah menyiapkan anggaran tambahan untuk terus meredam dampak krisis Timur Tengah terhadap pengeluaran rumah tangga dalam beberapa bulan mendatang. Namun demikian, BOJ memperkirakan bahwa tingginya harga energi akibat konflik di Timur Tengah akan terus memberikan tekanan kenaikan yang signifikan pada inflasi. Hal ini membuat para ekonom semakin memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga BOJ lagi pada tahun ini, bahkan mungkin secepat bulan September.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
