HuaTai Securities: Biaya tinggi di luar negeri mendukung harga aluminium berjangka, tidak perlu pesimis
Menurut laporan riset Huatai Securities yang dikutip oleh Golden Ten Data pada 24 Juni, kekhawatiran pasar terhadap ekspansi kapasitas produksi aluminium elektrolit di luar negeri pada tahun 2027-2028 terus meningkat akhir-akhir ini, dengan fokus pada kapasitas yang sedang dibangun di Indonesia, India, Angola, dan Arab Saudi. Namun, dengan mempertimbangkan keterbatasan kapasitas domestik, ketidakpastian terkait pasokan listrik pada proyek luar negeri, serta perhitungan keseimbangan penawaran dan permintaan, Huatai Securities menilai bahwa penilaian pasar saat ini terhadap prospek penawaran dan permintaan aluminium di masa depan terlalu pesimistis. Keseimbangan ketat antara penawaran dan permintaan aluminium di luar negeri diperkirakan masih dapat terjaga, dan jika terjadi peningkatan keketatan pasokan listrik global atau pertumbuhan permintaan baru terkait AI, keseimbangan penawaran dan permintaan aluminium bisa bergerak menuju kekurangan yang cukup signifikan. Dari sisi biaya, titik tengah biaya penuh pabrik peleburan dengan biaya tinggi di masa mendatang kemungkinan akan terus naik. Perhitungan Huatai Securities menunjukkan bahwa harga aluminium spot luar negeri (termasuk premium spot) pada tahun 2027-2028 diperkirakan akan tetap didukung di atas sekitar 3.000 dolar AS/ton, setara dengan sekitar 22.000 yuan/ton di pasar domestik. Berdasarkan perhitungan tersebut, penetapan harga pasar ekuitas saat ini untuk sektor aluminium jauh di bawah tingkat dukungan harga tersebut, sehingga valuasinya mungkin berada dalam kondisi undervalued.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
B Riley menaikkan target harga e.l.f. Beauty menjadi 115 dolar AS
Tether menerbitkan 500 juta dolar USDT di jaringan Solana
