Bank sentral Malaysia berkomitmen untuk memperkuat langkah-langkah guna meningkatkan arus masuk valuta asing.
Berdasarkan data dari Golden Ten Data pada 24 Juni, Bank Sentral Malaysia menyatakan akan meningkatkan upaya mendorong masuknya devisa asing, termasuk langkah-langkah untuk memfasilitasi repatriasi dan konversi hasil pendapatan luar negeri perusahaan. Dalam pernyataan pada hari Rabu, Bank Sentral Malaysia menegaskan bahwa fundamental ekonomi negara yang kuat akan terus menopang nilai tukar ringgit. Setelah pernyataan tersebut dirilis, penurunan ringgit mulai menyempit. Sepanjang bulan Juni, ringgit telah turun 4,30%, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, sentimen terhadap mata uang pasar negara berkembang mulai tertekan; pada saat yang sama, dengan mendekatnya dua pemilihan negara bagian di Malaysia, risiko politik meningkat dan mata uang Malaysia semakin terdampak.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tether menerbitkan 500 juta dolar USDT di jaringan Solana
AI yang terus belajar masih memperluas pasar semikonduktor penyimpanan
