Indonesia meningkatkan persyaratan saham beredar dan transparansi, yang dapat memicu gelombang delisting perusahaan publik.
Pada 24 Juni, Golden Finance melaporkan bahwa para analis memperingatkan langkah Indonesia yang menggandakan rasio minimum saham beredar untuk perusahaan tercatat dan memperketat persyaratan transparansi kepemilikan saham, dapat memaksa sejumlah perusahaan untuk keluar dari bursa. Pada Januari tahun ini, MSCI memperingatkan bahwa karena rasio saham beredar yang tidak cukup serta struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, Indonesia bisa diturunkan statusnya dari "pasar berkembang" menjadi "pasar perbatasan". Indonesia kemudian mengumumkan reformasi terkait.
Para analis mengatakan, meskipun Bursa Efek Indonesia dan OJK memberikan masa transisi maksimal tiga tahun berdasarkan skala perusahaan, beberapa perusahaan tetap sulit memenuhi persyaratan kenaikan rasio minimum saham beredar menjadi 15% dari total modal saham. Menurut data yang diumumkan Bursa Efek Indonesia pada Mei, hingga akhir Maret, hanya 566 dari 956 perusahaan tercatat yang memiliki rasio saham beredar di atas 15%.
Bursa Efek juga menurunkan ambang batas pelaporan kepemilikan saham dari 5% menjadi 1%. Yanuar Rizky, ekonom senior dari Bright Institute, mengatakan beberapa perusahaan mungkin memilih untuk delisting daripada mengambil langkah untuk meningkatkan rasio saham beredar; sementara yang lain mungkin memilih privatisasi ketimbang menaati persyaratan transparansi kepemilikan baru.
OJK Indonesia pada Maret tahun ini menyatakan, diharapkan peraturan baru dapat mendorong lebih dari 11,4 miliar dolar AS saham masuk ke pasar perdana. Para analis memperkirakan kedalaman pasar modal Indonesia tidak cukup untuk menyerap tambahan volume saham yang bisa diperdagangkan sebesar itu, sehingga kemungkinan akan memberi tekanan besar pada harga saham.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tether menerbitkan 500 juta dolar USDT di jaringan Solana
AI yang terus belajar masih memperluas pasar semikonduktor penyimpanan
