14 juta barel minyak yang tertahan di Irak telah dikirim melalui Selat Hormuz
Menurut Golden Ten Data pada 29 Juni, minyak Irak yang sempat tertahan akibat konflik di Timur Tengah kini telah berhasil dikirim keluar dari Teluk Persia dalam 10 hari terakhir. Hal ini dimungkinkan oleh gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga kondisi pelayaran di Selat Hormuz menjadi lebih lancar. Berdasarkan data pelacakan kapal tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg, kapal-kapal yang membawa sekitar 14 juta barel minyak Irak telah meninggalkan Teluk Persia pada akhir Juni, dan saat ini minyak mentah tersebut sedang dikirim ke pembeli di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Ini berarti dalam periode 10 hari tersebut, rata-rata volume pengiriman harian mencapai sekitar 1,4 juta barel. Data juga menunjukkan bahwa seluruh kargo yang telah dimuat sejak akhir Februari dan sempat tertahan di Teluk Persia kini telah berangkat menuju tujuan akhirnya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tether menerbitkan 500 juta dolar USDT di jaringan Solana
AI yang terus belajar masih memperluas pasar semikonduktor penyimpanan
