Ekspektasi laba saham AS mencapai pertumbuhan tercepat sejak pandemi, lembaga memperingatkan risiko “overheating”
Laporan dari Jinse Finance pada 3 Juli menyebutkan bahwa seiring dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite yang terus mencatatkan rekor tertinggi baru-baru ini, saham Amerika Serikat tengah berada dalam euforia yang digerakkan oleh ekspektasi kinerja. Namun, di balik penguatan indeks tersebut, kecepatan para analis Wall Street dalam menaikkan ekspektasi laba perusahaan telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di industri terkait "gelembung laba".
Data terbaru menunjukkan bahwa para analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan komponen S&P 500 untuk satu tahun ke depan akan mencapai 25%. Kecepatan ekspansi optimisme ini sangat mencengangkan—dalam enam bulan terakhir, konsensus ekspektasi laba ke depan telah naik hampir 20% secara kumulatif, sebuah rebound dengan intensitas yang belum pernah terlihat sejak tahun 2021 saat ekonomi pulih secara eksplosif dari dampak pandemi.
Ben Inker, Co-Head Asset Allocation di GMO, raksasa manajemen aset, menunjukkan bahwa proyeksi laba saat ini berada dalam tren pertumbuhan yang "tidak biasa". Ia memperingatkan bahwa pasar pada akhirnya akan menyadari bahwa prediksi yang terlalu optimistis ini tidak dapat terwujud, dan ketika saat itu tiba, penyesuaian tidak akan terhindarkan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
