Perusahaan Korea Selatan mempertanyakan daftar anggota OUSD Alliance: Samsung dan lainnya mengklaim tidak berpartisipasi dalam konsultasi dan tidak mengetahui peran mereka sendiri.
Menurut berita pasar yang dilaporkan oleh Odaily, media Korea Chosun mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Korea (termasuk Samsung Electronics dan lainnya) merasa bingung atas daftar “aliansi yang terdiri dari lebih dari 140 mitra” yang baru-baru ini diumumkan oleh OUSD.
Perusahaan terkait menyatakan bahwa mereka “tidak menerima komunikasi atau konsultasi resmi apa pun” sebelum pengumuman tersebut dirilis, dan mengatakan bahwa mereka “tidak tahu peran apa yang akan dijalankan dalam aliansi tersebut.” Kejadian ini memicu keraguan publik terhadap keaslian anggota aliansi OUSD serta transparansi mekanisme kerjasamanya, dan hingga saat ini para pihak terkait belum memberikan tanggapan lebih lanjut secara terbuka.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Buku besar AI Oracle melakukan dua pengurangan sekaligus: pemotongan 13% karyawan dilaksanakan, dan pendiri membatalkan rencana penjualan saham senilai lebih dari 7,5 miliar dolar AS.
Oracle memulai putaran baru PHK, dengan beberapa tim mengalami pengurangan hingga dua digit. Jumlah karyawan untuk tahun fiskal 2026 diperkirakan akan berkurang sekitar 21.000 orang dibanding tahun sebelumnya, atau turun sekitar 13%. Perusahaan menekan biaya tenaga kerja untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI. Berita ini menyebabkan harga saham sempat anjlok lebih dari 5%, dan turun sekitar 25% sejak awal tahun. Wall Street bersikap hati-hati terhadap pengembalian investasinya; Morgan Stanley mempertahankan peringkat "netral" dan menekankan bahwa margin keuntungan adalah kunci penilaian ulang valuasi.
