Menurut dokumen yang diajukan kepada US Securities and Exchange Commission (SEC), AbbVie mencatat biaya "pembelian penelitian dan pengembangan aset tidak berwujud" (IPR&D) hingga 291 juta dolar pada kinerja kuartal kedua tahun 2026.
Pengeluaran satu kali ini memberikan dampak signifikan terhadap indikator keuangan perusahaan, yang secara spesifik terlihat pada: laba per saham terdilusi (EPS) menurut Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum di Amerika Serikat (GAAP) dan laba per saham terdilusi yang telah disesuaikan, yang masing-masing berkurang sebesar 0,17 dolar AS akibat pengeluaran tersebut.
Biaya pembelian IPR&D biasanya terkait dengan transaksi akuisisi, merujuk pada pembayaran untuk memperoleh aset tak berwujud yang masih dalam tahap penelitian dan pengembangan serta belum dikomersialkan. Pengakuan biaya besar ini secara langsung menurunkan kinerja laba AbbVie pada kuartal tersebut.
Meski merupakan pos nonkas dan tak berulang, biaya ini secara jelas mencerminkan investasi aktif perusahaan dalam memperkuat portofolio R&D melalui akuisisi eksternal. Investor perlu memperhatikan dampak penyesuaian semacam ini ketika menilai kinerja inti operasional perusahaan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Lagarde menegaskan akan meninggalkan European Central Bank pada tahun 2027 tetapi menolak memberikan tanggal pasti.
Christine Lagarde menegaskan kembali bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai Presiden European Central Bank pada tahun 2027, namun menolak untuk mengungkapkan apakah dia akan tetap menjabat hingga masa jabatannya berakhir pada Oktober tahun depan.
