EIA: Sebagian besar produksi minyak mentah akan kembali ke tingkat sebelum perang pada akhir tahun ini
Menurut laporan Odaily, Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) merilis laporan prospek energi jangka pendek yang menyebutkan bahwa pada 18 Juni, Amerika Serikat dan Iran menandatangani sebuah nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik dan membuka Selat Hormuz. Dengan penandatanganan perjanjian dan peningkatan volume lalu lintas di selat tersebut, kami meningkatkan proyeksi produksi minyak global untuk sisa tahun ini. Kami sekarang memperkirakan bahwa sebagian besar produksi minyak mentah akan pulih mendekati tingkat rata-rata sebelum konflik pada akhir tahun ini, dan sebagian besar produksi minyak mentah yang ditutup akan kembali beroperasi pada kuartal pertama 2027. (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
BUZZ—Pergerakan pasar saham AS-CoreWeave, StubHub, Ultragenyx
Goldman Sachs: Sektor industri lebih mahal daripada saham teknologi, logika penetapan harga sektor global berubah
Rasio harga terhadap pendapatan (PER) 12 bulan ke depan untuk sektor industri kini lebih tinggi dibandingkan sektor teknologi, menunjukkan bahwa penilaian relatif antar sektor di pasar saham global sedang mengalami perubahan.
Lagarde: Kenaikan harga energi tidak secara otomatis memicu kenaikan suku bunga, European Central Bank akan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan terhadap inflasi dan pertumbuhan.
Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, menyampaikan kepada para menteri keuangan zona euro bahwa lonjakan harga energi tidak secara otomatis akan berujung pada pengetatan moneter.
