Swift blockchain ledger sudah tersedia untuk penggunaan awal, 17 bank global akan melakukan uji coba pembayaran lintas negara berbasis tokenisasi
Foresight News melaporkan bahwa Swift mengumumkan buku besar blockchain-nya telah siap digunakan secara awal, dengan 17 bank dari enam benua akan menjadi perintis uji coba yang memanfaatkan simpanan tokenisasi untuk pembayaran lintas negara 24/7. Bank-bank yang berpartisipasi dalam uji coba ini termasuk ANZ, BNP Paribas, BNY Mellon, Citi, DBS Bank, HSBC, Standard Chartered, UBS, Wells Fargo, dan institusi lainnya. Swift menyatakan bahwa buku besar ini hanya membutuhkan 9 bulan dari konsep hingga implementasi, dapat menyediakan lapisan orkestrasi simpanan tokenisasi yang aman bagi bank peserta, mendukung pemindahan dana secara real-time atau di luar jam kerja sebelum penyelesaian akhir melalui sistem penyelesaian yang ada, sehingga meningkatkan pengalaman nasabah dan efisiensi likuiditas global, sekaligus mempertahankan standar kepatuhan, kredit, dan kontrol risiko yang ada. Ke depannya, buku besar ini juga akan memperluas fungsinya untuk menyediakan dukungan infrastruktur bagi inovasi seperti mata uang yang dapat diprogram dan bisnis perantara.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tigress menaikkan target harga Intel menjadi 145 dolar AS
SK Hynix (SKHY.US) menanggapi rumor tentang pembuatan chip di Amerika Serikat bersama Intel: Belum ada keputusan final
SK Hynix (SKHY.US) membantah rumor bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai produksi chip memori pertama kali di Amerika Serikat.

Proses komersialisasi teknologi AI-RAN semakin cepat dan kerjasama pertahanan Inggris semakin dalam! Nokia (NOK.US) naik sebelum pembukaan pasar
Produsen peralatan jaringan asal Finlandia, Nokia, mengumumkan bahwa komersialisasi teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network) mereka mengalami percepatan signifikan secara global, sementara bisnis pertahanannya di Inggris juga mencatat kemajuan baru.

