Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Direktur IEA memperingatkan bahwa jika krisis Selat Hormuz berlanjut, ekonomi global akan kembali menghadapi risiko.

Direktur IEA memperingatkan bahwa jika krisis Selat Hormuz berlanjut, ekonomi global akan kembali menghadapi risiko.

格隆汇格隆汇2026/07/16 00:56
Tampilkan aslinya
```htmlGlonhui 16 Juli|Direktur International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, memperingatkan bahwa jika konflik yang menyebabkan gangguan transportasi di Selat Hormuz tidak dapat diselesaikan dalam beberapa minggu, ekonomi global akan kembali menghadapi tantangan. Birol pada hari Rabu, saat menghadiri Aspen Security Forum di Colorado, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa eskalasi konflik antara AS dan Iran bisa mengganggu pengangkutan minyak mentah, pupuk, gas alam, serta barang lainnya melalui jalur vital ini, yang membuat “pasar menjadi cemas” dan menghadapi “ketidakpastian besar”. “Jika Selat Hormuz tetap tertutup, ekonomi global, termasuk kawasan Timur Tengah, negara berkembang dan Asia, mungkin akan sekali lagi menghadapi beberapa kesulitan,” ujar Birol. “Jendela waktu untuk menyelesaikan krisis dihitung dalam minggu, bukan bulan,” Selat tersebut harus “terbuka sepenuhnya, tanpa syarat”. Birol menyatakan bahwa gangguan transportasi energi dan bahan baku di Teluk Persia sudah berdampak pada ekonomi seperti Korea Selatan dan Jepang, namun negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan India memiliki ketahanan yang lebih lemah terhadap risiko pasokan semacam ini, sehingga menghadapi risiko yang lebih besar.```
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.

Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.

华尔街见闻2026/09/16 18:06