Volume lalu lintas di Selat Hormuz menurun drastis, harga minyak mentah AS mungkin naik ke 87 dolar, pasar memperhatikan risiko baru di Selat Mandeb
智通财经2026/07/16 17:01- Pada hari Rabu, jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz turun dari 13 kapal pada hari sebelumnya menjadi 7 kapal. Ini adalah data lalu lintas maritim pada hari pertama setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran. Para pelaku industri pelayaran menyatakan bahwa para pemilik kapal kini dengan hati-hati menilai risiko keamanan, sehingga semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan gangguan pasokan minyak.
- Kepala Strategi Investasi Nissa Securities, Hiroyuki Kikukawa, mengatakan: “Meskipun negara tetangga masih terus melakukan mediasi dan pasar secara umum menilai perang total kecil kemungkinannya terjadi, harga WTI tetap bisa naik ke level 85 hingga 87 dolar AS, tergantung pada perkembangan konflik.” Baik harga minyak mentah Brent maupun WTI telah mencatat kenaikan selama empat hari perdagangan berturut-turut baru-baru ini.
- Para analis menunjukkan bahwa Iran telah mengirimkan sinyal bahwa mereka dapat memanfaatkan sekutu Houthi di Yaman untuk memblokir Selat Bab el-Mandeb yang menuju ke Laut Merah. Ini akan menjadi garis pertempuran baru terhadap Amerika Serikat, serta menempatkan dua jalur energi terpenting dunia—Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb—dalam risiko sekaligus. Jika konflik terus meluas, harga minyak kemungkinan akan menghadapi tekanan kenaikan yang lebih besar.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
SpaceX, Rocket Lab dan saham luar angkasa lainnya mendapat katalis baru? Amerika Serikat pertama kali mengkonfirmasi memiliki senjata luar angkasa di orbit, percepatan pelaksanaan “Golden Dome” terus berlangsung
Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat kini memiliki "senjata pengendali luar angkasa" yang sudah berada di orbit, sementara proyek pencegat berbasis luar angkasa "Iron Dome" telah maju ke tahap "perangkat keras yang bisa terbang".

Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.