SUN telah menyelesaikan periode buyback dan burning ke-51, dengan total akumulasi token yang telah dibakar melebihi 678 juta.
Menurut laporan Odaily, pada 25 Juli, periode kelima puluh satu pembelian kembali dan pembakaran token SUN telah berhasil diselesaikan. Sejak dimulai pada Desember 2021, total akumulasi token yang telah dibakar telah melampaui 678 juta (678.547.188,32 token), dengan efek deflasi yang terus terlihat. Di antaranya, tiga lini bisnis utama, yaitu SunSwap V2, SunPump, dan SunX masing-masing menyumbang sekitar 382 juta, 286 juta, dan 10,7 juta token, sehingga berbagai sumber pendapatan memberikan dukungan kuat terhadap mekanisme pembakaran jangka panjang.
Jumlah token yang dibakar pada periode ini adalah 9.025.027,40, dan seluruh token telah dikirim ke alamat blackhole untuk dikunci secara permanen. Mekanisme ini terus mengurangi pasokan yang beredar di pasar, semakin memperkuat sifat kelangkaan token SUN, dan memperkuat fondasi bagi perkembangan jangka panjang model ekonomi token. Tim SUN akan secara konsisten meneruskan strategi pembelian kembali dan pembakaran, terus meningkatkan nilai ekosistem, serta memberikan apresiasi kepada komunitas atas kepercayaan dan dukungan jangka panjang.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

