Media asing: MNT naik ke sekitar $0,50, dengan posisi futures juga meningkat
Media asing melaporkan bahwa token Mantle (MNT) mengalami rebound hingga mendekati 0,50 dolar AS, dengan kenaikan hampir 5% dalam sehari terakhir. Kenaikan ini mendorong harga kembali melewati rata-rata pergerakan jangka pendek, sekaligus membuat fokus pasar tertuju pada zona resistance 0,50 hingga 0,51 dolar AS.
Data Futures Menguat Secara Sinkron
Dari data derivatif, partisipasi dana terlihat meningkat signifikan. Volume perdagangan futures MNT naik hingga sekitar 18,25 juta dolar AS, tumbuh 99,27% dibanding sebelumnya; open interest meningkat menjadi sekitar 40,36 juta dolar AS, naik 17,35%. Volume perdagangan spot juga mencapai sekitar 11,4 juta dolar AS.
Kenaikan harga, volume perdagangan, dan open interest secara bersamaan biasanya menandakan adanya posisi baru yang masuk ke pasar. Artikel menilai, para trader tengah bersiap menghadapi volatilitas yang lebih besar. Namun, jika harga gagal menembus 0,50 dolar AS dalam waktu lama, penutupan posisi leverage juga bisa memicu tekanan jual baru.
Zona 0,50 hingga 0,51 Dolar AS Jadi Fokus Jangka Pendek
Artikel menyebutkan, MNT sempat turun ke kisaran 0,36 hingga 0,38 dolar AS pada Juli, lalu perlahan stabil dan rebound. Kenaikan terbaru telah mendorong harga melewati exponential moving average 20 hari dan 50 hari, sehingga struktur jangka pendek agak membaik.
Namun, dalam periode waktu yang lebih panjang, MNT masih berada di dalam channel menurun. Media asing menilai, hanya penutupan harian di atas 0,51 dolar AS yang dapat dilihat sebagai sinyal penting keluar dari tren penurunan. Jika level tersebut berhasil ditembus, target selanjutnya adalah 0,55 dolar AS, dan berikutnya 0,62 dolar AS.
Narasi RWA Berikan Dukungan Fundamental
Selain faktor harga, Mantle belakangan juga memperkuat pengembangan aset nyata ter-tokenisasi dan infrastruktur keuangan on-chain. Artikel menyebutkan, jaringan ini sedang mendorong strategi terkait saham ter-tokenisasi dan memperluas pasar tokenisasi untuk produk keuangan.
Mantle juga mengintegrasikan infrastruktur Super Portal dengan Chainlink CCIP guna meningkatkan transfer dan interoperabilitas lintas-rantai. Artikel menilai, strategi ini membantu menghubungkan aset ter-tokenisasi, likuiditas DeFi, dan ekosistem multi-chain, memberikan narasi fundamental yang lebih jelas bagi MNT.

Secara keseluruhan, rebound kali ini telah membuat MNT keluar dari level terendah bulan Juli, namun zona 0,50 hingga 0,51 dolar AS tetap menjadi area kunci penentu pergerakan jangka pendek. Sebelum level ini benar-benar ditembus, MNT masih lebih condong pada fase pemulihan setelah penurunan, bukan pada perubahan tren sepenuhnya.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Saham konsep emas, perak, dan logam non-ferrous turun secara umum, saham Harmony Gold (HMY.US) turun 6%
Pada hari Senin, saham konsep logam mulia seperti emas dan perak, serta logam non-ferro mengalami penurunan secara luas, dengan Harmoni Gold (HMY.US) turun 6%.

Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
