Andrew Peller memenangkan perintah pengadilan final untuk pembelian Fairfax dengan harga $8 per saham Kelas A dan $12 per saham Kelas B
Reuters2026/08/12 19:06- Anak perusahaan Fairfax, 18013632 Canada, akan membeli saham Andrew Peller yang tidak dimiliki oleh John Peller dan afiliasinya melalui transaksi tunai penuh.
- Pengadilan Tinggi Ontario telah mengeluarkan perintah final, menyelesaikan langkah pengadilan substantif terakhir sebelum penutupan yang diperkirakan sekitar 14 Agustus 2026.
- Imbalan ditetapkan sebesar $8 per saham Kelas A tanpa hak suara, $12 per saham Kelas B dengan hak suara.
- Para pemegang saham mendukung transaksi ini pada pertemuan khusus tanggal 11 Agustus 2026; penutupan masih bergantung pada persyaratan umum.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.