Radiant Logistics mengubah dan memperbarui fasilitas kredit bergulir yang dijamin sebesar USD 200 juta, memperpanjang jatuh tempo hingga 2031
Reuters2026/08/12 21:06- Radiant Logistics melakukan refinancing fasilitas kredit bergulir yang dijamin sebesar USD 200 juta melalui perjanjian sindikasi yang telah diamendemen dan diperbarui.
- Jangka waktu baru selama lima tahun memperpanjang jatuh tempo hingga 2031, menggantikan fasilitas yang sebelumnya dijadwalkan jatuh tempo pada 5 Agustus 2027.
- Kapasitas accordion meningkat menjadi USD 100 juta dari sebelumnya USD 75 juta untuk mendukung akuisisi.
- Penetapan harga pada SOFR ditambah 137,5-212,5 bps, dengan biaya komitmen yang tidak terpakai sebesar 15-30 bps.
- Fasilitas dijamin dengan piutang dan aset lainnya; leverage dibatasi hingga 3x, cakupan bunga minimum 3x.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Saham konsep emas, perak, dan logam non-ferrous turun secara umum, saham Harmony Gold (HMY.US) turun 6%
Pada hari Senin, saham konsep logam mulia seperti emas dan perak, serta logam non-ferro mengalami penurunan secara luas, dengan Harmoni Gold (HMY.US) turun 6%.

Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.