Banco do Brasil mengumumkan distribusi IOC tambahan sebesar BRL 584,91 juta untuk kuartal kedua tahun 2026
Reuters2026/08/12 21:46- Banco do Brasil menetapkan distribusi tambahan kepada pemegang saham untuk kuartal II 2026 sebesar R$ 584,91 juta melalui bunga atas modal sendiri (interest on equity/IOC).
- IOC tambahan ditetapkan sebesar R$ 0,1 per saham biasa, nilai terbaru R$ 0,1 per 12 Agustus 2026.
- Saham akan diperdagangkan tanpa hak distribusi mulai 2 September 2026; pemegang saham tercatat pada 1 September 2026 akan menerima pembayaran.
- Tanggal pembayaran ditetapkan pada 11 September 2026.
- Pembayaran uang muka IOC kuartal II 2026 sebelumnya berjumlah R$ 340,72 juta dan telah dibayarkan pada 11 Juni 2026.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.