Kerugian bersih MediWound pada Q2 FY26 menyusut menjadi USD 7,4 juta; pendapatan turun menjadi USD 3,1 juta
Reuters2026/08/13 11:17- MediWound mencatatkan pendapatan Q2 sebesar USD 3,1 juta, turun 45,85% secara tahunan; kerugian operasional melebar menjadi USD 9,5 juta.
- Kerugian bersih menyempit menjadi USD 7,4 juta, atau USD 0,57 per saham, dibandingkan dengan USD 13,3 juta, didukung pendapatan keuangan non-kas.
- Beban R&D naik menjadi USD 5,9 juta dari USD 3,5 juta, mencerminkan peningkatan investasi pada uji klinis EscharEx Tahap III VALUE.
- Kas, setara kas, dan deposito tercatat sebesar USD 36 juta per 30 Juni, turun dari USD 54 juta pada akhir tahun 2025.
- Panduan pendapatan penuh tahun 2026 sebesar USD 24-26 juta dipertegas kembali, dengan pendapatan MSA di bawah kontrak BARDA milik Vericel diharapkan pada paruh kedua 2026.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Saham konsep emas, perak, dan logam non-ferrous turun secara umum, saham Harmony Gold (HMY.US) turun 6%
Pada hari Senin, saham konsep logam mulia seperti emas dan perak, serta logam non-ferro mengalami penurunan secara luas, dengan Harmoni Gold (HMY.US) turun 6%.

Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.