Duke Energy menetapkan harga unit ekuitas sebesar USD 1.75 miliar yang didukung oleh catatan senior yang dapat diperbarui
Reuters2026/08/13 20:26- Duke Energy menetapkan harga USD 1,75 miliar untuk Equity Units, masing-masing awalnya terdiri dari Corporate Units dengan Remarketable Senior Notes yang jatuh tempo pada tahun 2032 dan 2036.
- Kesepakatan ini mencakup opsi underwriter untuk 5.000.000 Equity Units tambahan, sehingga total hasil dapat naik menjadi USD 2 miliar jika opsi tersebut dijalankan.
- Equity Units dihargai USD 50 per unit; underwriter membayar USD 49,125 per unit untuk 35.000.000 unit.
- Setiap unit mencakup kontrak pembelian saham untuk membeli saham biasa pada 1 Agustus 2029 seharga USD 50.
- RSNs memiliki tingkat bunga 4,85% pada saat diterbitkan; jatuh tempo ditetapkan pada 1 Agustus 2032 dan 1 Agustus 2036.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Saham konsep emas, perak, dan logam non-ferrous turun secara umum, saham Harmony Gold (HMY.US) turun 6%
Pada hari Senin, saham konsep logam mulia seperti emas dan perak, serta logam non-ferro mengalami penurunan secara luas, dengan Harmoni Gold (HMY.US) turun 6%.

Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.