Pendapatan bersih Oxley Bridge untuk kuartal kedua tahun fiskal 2026 berbalik menjadi $2,16 juta.
Reuters2026/08/14 10:17- Oxley Bridge mencatat pendapatan bersih Q2 sebesar USD 2,16 juta, naik dari USD 21.980 pada tahun sebelumnya.
- Pendapatan bunga di rekening trust meningkat menjadi USD 2,31 juta; pendapatan dividen mencapai USD 6.421.
- Beban umum dan administrasi sebesar USD 112.614; biaya administrasi terkait pihak berelasi sebesar USD 37.500.
- Surat berharga pasar di rekening trust sebesar USD 262,8 juta; setara kas di luar trust sebesar USD 729.941.
- Timeline SPAC tidak berubah: batas waktu untuk menyelesaikan kombinasi bisnis adalah 26 Juni 2027; manajemen menyoroti keraguan substansial terkait kelangsungan usaha.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.