Negara bagian India menutup beberapa gerai Domino's dan Pizza Hut karena pelanggaran kebersihan
Reuters2026/08/14 12:36Oleh Arpan Chaturvedi dan Rajendra Jadhav
MUMBAI, 14 Agustus (Reuters) - Negara bagian Maharashtra di India telah menangguhkan lisensi empat gerai Domino's DPZ.O setelah ditemukan sisa lemak di mesin pembuat pizza dan infestasi serangga, langkah terbaru dalam pengetatan pengawasan oleh regulator pangan.
Lisensi satu toko Pizza Hut juga ditangguhkan karena banyak produk yang digunakan ditemukan tanpa tanggal kedaluwarsa, menurut catatan dari Food and Drug Administration negara bagian mengenai operasi pekan ini yang dibagikan kepada Reuters pada Kamis malam.
Jubilant FoodWorks JUBI.NS, pengelola gerai Domino's di India, menolak berkomentar, dan franchisee Pizza Hut, Sapphire Foods SAPI.NS, tidak merespons permintaan komentar dari Reuters. Domino's Pizza Inc. DPZ.O dan Yum Brands YUM.N, pemilik Pizza Hut, belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Dalam beberapa minggu terakhir, regulator pangan federal India telah memperketat pengawasan pelabelan oleh perusahaan seperti PepsiCo dan Diageo yang dianggap melanggar peraturan, sekaligus membatalkan banyak lisensi bisnis makanan karena kebersihan yang buruk.
Maharashtra, yang merupakan lokasi Mumbai, telah menyaksikan kepala keamanan pangan barunya, Tukaram Mundhe, melakukan penggerebekan dan menutup restoran populer, membuatnya terkenal di media sosial.
Banyak pedagang makanan pinggir jalan dan restoran lokal di India dikenal dengan kualitas makanan yang kurang baik. Hanya pada hari Selasa, petugas pangan Maharashtra menginspeksi lebih dari 100 gerai dan mengeluarkan "pemberitahuan perbaikan" kepada 95 di antaranya.
Dinas Mundhe juga melakukan inspeksi ke gerai Domino's dan Pizza Hut, merek asing yang dikenal menerapkan protokol keamanan dan kebersihan yang lebih ketat.
Departemen pemerintah itu menyatakan tiga gerai Domino's di Mumbai dan satu di kota lain tidak memiliki pengendalian hama yang memadai.
"Pemerintah bersikap tegas terhadap kualitas produk makanan," kata Mundhe dalam catatan pada Kamis.
Rekaman yang diunggah oleh media India secara daring memperlihatkan setidaknya satu oven pizza di gerai Domino's berkarat parah dan terdapat tumpukan sisa makanan serta lemak.
Selama bertahun-tahun, Domino's dan Pizza Hut menjadi populer, dengan gerai yang berkembang pesat hingga ke kota-kota kecil di India. Domino's juga menjadi jaringan makanan cepat saji dan pizza internasional terbesar di India, dengan sekitar 2.400 gerai.
(Penyunting: Aditya Kalra, Aidan Lewis)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

TD Cowen menurunkan target harga McDonald's menjadi 282 dolar AS