Nightfood Holdings menunjuk Yury Pyatigorsky sebagai CFO, menggantikan Jimmy Chan
Reuters2026/08/14 12:42- NightFood nomeou Yury Pyatigorsky como diretor financeiro em 10 de agosto de 2026.
- As renúncias do conselho entraram em vigor em 7 de agosto de 2026, com Lei Sonny Wang e Thomas Morse deixando os seus cargos.
- Darren Kenney juntou-se ao conselho em 7 de agosto; ele é um Contabilista Certificado (CPA) e corretor de imóveis licenciado na Califórnia.
- Ronald J. Stauber também entrou para o conselho em 7 de agosto; ele é advogado especializado em governação, ofertas de valores mobiliários, fusões e aquisições empresariais e financiamento.
- Foram criados três comités do conselho permanentes, com Kenney como presidente de auditoria, Dieterich como presidente de remunerações e Stauber como presidente de governação e conformidade.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS mengalami pergerakan | Saham chip sebagian besar turun, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%
Pada hari Senin, saham chip mengalami penurunan secara luas, Intel (INTC.US) turun lebih dari 7%, SK Hynix (SKHY.US) dan SanDisk (SNDK.US) turun 7%.

Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.