Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Zuckerberg dilaporkan menentang pembentukan lembaga pengawasan AI nasional

Zuckerberg dilaporkan menentang pembentukan lembaga pengawasan AI nasional

智通财经智通财经2026/09/03 19:01
Tampilkan aslinya
Menurut laporan Business Insider, CEO Meta Mark Zuckerberg bulan lalu menyatakan penolakannya terhadap rencana pembentukan lembaga pengawas kecerdasan buatan nasional dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut sumber yang mengetahui, pada minggu 17 Agustus Trump secara proaktif menelepon Zuckerberg, dan kedua belah pihak membahas proposal lembaga pengawas AI “gaya FINRA” yang sedang dipertimbangkan oleh Gedung Putih. Proposal ini diajukan oleh CEO Google DeepMind Demis Hassabis, dirancang untuk mendirikan lembaga independen serupa Financial Industry Regulatory Authority Amerika Serikat, guna melakukan peninjauan dan uji risiko terhadap model AI canggih. Zuckerberg berpendapat bahwa lembaga tersebut seharusnya mencerminkan pendekatan pengawasan AI yang lebih longgar dari pemerintahan Trump, meskipun ia tidak meminta Trump untuk mengubah posisinya. Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintahan Trump ingin menyeimbangkan antara mendorong inovasi AI dan memastikan keamanan. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan, dan Gedung Putih juga mengevaluasi model swadisiplin yang dipimpin industri sebagai alternatif. Sebelumnya, Zuckerberg menyebut bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat memperlambat peluncuran model AI dan memengaruhi daya saing Amerika Serikat di bidang AI.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Buku besar AI Oracle melakukan dua pengurangan sekaligus: pemotongan 13% karyawan dilaksanakan, dan pendiri membatalkan rencana penjualan saham senilai lebih dari 7,5 miliar dolar AS.

Oracle memulai putaran baru PHK, dengan beberapa tim mengalami pengurangan hingga dua digit. Jumlah karyawan untuk tahun fiskal 2026 diperkirakan akan berkurang sekitar 21.000 orang dibanding tahun sebelumnya, atau turun sekitar 13%. Perusahaan menekan biaya tenaga kerja untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI. Berita ini menyebabkan harga saham sempat anjlok lebih dari 5%, dan turun sekitar 25% sejak awal tahun. Wall Street bersikap hati-hati terhadap pengembalian investasinya; Morgan Stanley mempertahankan peringkat "netral" dan menekankan bahwa margin keuntungan adalah kunci penilaian ulang valuasi.

华尔街见闻2026/09/14 22:16