Kebijakan Inggris yang berubah-ubah gagal mempertahankan minat perusahaan besar: BP dengan tegas merampingkan dan melepas bisnis Laut Utara, daftar calon pembeli mulai muncul.
Operasi North Sea perusahaan BP telah menarik minat dari calon pembeli, termasuk Adura dan NEO Next+.
Menurut informasi dari orang yang mengetahui masalah tersebut, bisnis Laut Utara milik BP (BP.US) telah menarik minat calon pembeli potensial termasuk Adura dan NEO Next+. Saat ini, raksasa minyak ini sedang mempersiapkan langkah keluar dari cekungan tersebut, meskipun pemerintah Inggris mengisyaratkan kemungkinan mengizinkan lebih banyak aktivitas pengeboran di wilayah tersebut.
Sumber yang sama mengungkapkan, calon penawar potensial lain yang mungkin mempelajari aset-aset ini termasuk EnQuest Plc, Harbour Energy Plc, Ithaca Energy Plc, Serica Energy Plc, dan Var Energi ASA.
Pada bulan Mei tahun ini, beberapa media melaporkan bahwa BP sedang mempertimbangkan untuk menjual bisnisnya di Laut Utara; jika sepenuhnya keluar, aset-aset ini diperkirakan bernilai sekitar 2 miliar poundsterling (sekitar 2,7 miliar dolar AS).
Adura adalah perusahaan patungan yang didirikan oleh Equinor ASA dan Shell, sementara di belakang NEO Next+ ada pendukung seperti TotalEnergies, Repsol SA, dan HitecVision.
Daya tarik Laut Utara bagi industri minyak sedikit menurun, sebagian disebabkan oleh kebijakan pajak Inggris atas sektor tersebut serta pembatasan pemerintah terhadap eksplorasi dan pengembangan proyek baru.
CEO BP Meg O'Neill mengatakan dalam wawancara pada bulan Agustus bahwa seringnya perubahan kebijakan minyak dan gas di Inggris menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keputusan untuk keluar dari Laut Utara.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, proses peninjauan masih berlangsung dan belum jelas apakah para calon investor tersebut akan tetap mengajukan penawaran. Sejumlah pihak yang berniat menawar, termasuk Var Energi dan Harbour Energy, sebelumnya pernah mengungkapkan keraguan terhadap investasi di Laut Utara.
Seorang juru bicara Adura menyampaikan bahwa prioritas utama grup ini adalah memastikan bahwa proyek Jackdaw dan Rosebank mereka di Laut Utara mendapatkan persetujuan.
Andy Burnham, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris sejak Juli tahun ini, sempat memberi sinyal bahwa pemerintahnya mungkin akan mengizinkan aktivitas pengeboran tambahan di cekungan tersebut. Namun, O'Neill pada bulan Agustus menegaskan bahwa perubahan kebijakan lebih lanjut tidak akan mengubah keputusannya untuk menjual aset-aset tersebut.
Secara lebih luas, BP terus fokus melepas aset dan melunasi utang. Sejak akhir tahun lalu, perusahaan ini telah sepakat untuk menjual sebagian besar saham di divisi pelumas Castrol-nya senilai 6 miliar dolar AS, serta mencapai kesepakatan menjual kilang Gelsenkirchen di Jerman miliknya kepada Klesch Group. Bulan lalu, perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah memulai proses penjualan bisnis biogas Amerika Serikat mereka, Archaea Energy.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

