Pergerakan saham AS | SuperX AI Technology (SUPX.US) sempat turun lebih dari 2% setelah sebelumnya meluncurkan rencana pembelian kembali saham senilai 20 juta dolar AS
Harga saham SuperX AI Technology turun, sempat jatuh lebih dari 2% dan mencapai titik terendah intraday di $7,2.
Menurut informasi dari Zhicheng Finance APP, pada hari Rabu, harga saham SuperX AI Technology (SUPX.US) mengalami penurunan, sempat turun lebih dari 2% menyentuh titik terendah intraday di angka 7,2 dolar AS. Dari sisi berita, perusahaan sebelumnya telah mengumumkan perkembangan terbaru mengenai rencana pembelian kembali saham. Dewan direksi perusahaan pada 6 Agustus telah menyetujui putaran baru rencana pembelian kembali saham, memberi wewenang kepada perusahaan untuk membeli kembali hingga 20 juta dolar AS saham biasa yang telah diterbitkan dalam 12 bulan ke depan. Hingga 2 September, perusahaan telah membeli kembali 5.630 saham biasa berdasarkan rencana pembelian kembali saham tahun 2026, dengan harga rata-rata bersih pembelian kembali sebesar 7,9325 dolar AS per saham. Perusahaan menyatakan bahwa pembelian kembali saham di pasar sekunder secara berkelanjutan mencerminkan kepercayaan dewan direksi dan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Perlu dicatat bahwa pada hari Rabu, SUPX mencatat harga terendah intraday sebesar 7,20 dolar AS, sudah di bawah harga rata-rata pembelian kembali yang diungkapkan perusahaan hingga 2 September yakni sebesar 7,9325 dolar AS. Selain itu, pada 8 September, perusahaan telah lebih lanjut membeli kembali 119.360 saham biasa, dengan harga rata-rata bersih pembelian kembali sebesar 7,7691 dolar AS per saham.
SuperX AI Technology adalah penyedia solusi infrastruktur AI full-stack. Sebelumnya perusahaan menyatakan bahwa putaran baru pembelian kembali saham merupakan bagian dari strategi alokasi modalnya, dan pada saat yang sama akan terus mempertahankan fleksibilitas keuangan yang diperlukan untuk mendukung ekspansi bisnis inti dan investasi strategis.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Anthropic menggandeng perusahaan terkait Trump, RUM Group (RUM.US)! Kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar memicu kekhawatiran konflik kepentingan
Anthropic telah menandatangani kontrak komputasi senilai 13,7 miliar dolar AS dengan RUM Group untuk jangka waktu enam tahun. Hubungan dekat RUM Group dengan Trump juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik kepentingan.

Data historis menunjukkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga tidak cukup untuk mengakhiri bull market, siklus pengetatan yang lengkap adalah ancaman sebenarnya.
Sejak tahun 1945, S&P 500 telah mengalami 12 kali bear market dengan penurunan lebih dari 20% dan 4 kali koreksi mendalam antara 18% hingga 20%. Di antaranya, 6 kali terjadi setelah siklus kenaikan suku bunga yang secara langsung menyebabkan resesi ekonomi, sementara dua kali lainnya tidak berkaitan dengan kenaikan suku bunga maupun resesi. Goldman Sachs menilai bahwa pasar telah mengantisipasi beberapa kali kenaikan suku bunga; Morgan Stanley memperingatkan bahwa kenaikan yield dapat memicu koreksi; sedangkan JPMorgan lebih fokus pada harga minyak dan profitabilitas.
Pergerakan saham AS | Corning (GLW.US) turun lebih dari 8% di pra-pasar, berencana melakukan penerbitan saham tambahan untuk mengumpulkan dana hingga 2 milyar USD
Perusahaan mengumumkan rencana penerbitan saham baru yang dapat mengumpulkan dana hingga 2 miliaran dolar AS.

